SSP Pajak: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengisinya

SSP Pajak – SSP adalah singkatan dari Surat Setoran Pajak yang biasa digunakan untuk pelaporan pajak oleh wajib pajak. Ini merupakan dokumen yang diisi ketika ingin membayarkan pajak ke tempat pembayaran pajak sesuai yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Wajib pajak diharuskan untuk mengisi formulir SSP Pajak dan membawanya saat membayar pajak lewat Bank atau Kantor Pos. Ini merupakan bukti bahwa wajib pajak sudah membayar pajak sesuai yang sudah ditentukan.

SSP Pajak (Surat Setoran Pajak)

Secara umum formulir ssp pajak dibuat rangkap 4 yang memiliki tujuan masing-masing. Adapun detailnya bisa dilihat di bawah ini:

  1. Lembar pertama untuk arsip wajib pajak.
  2. Lembar kedua untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
  3. Lembar ketiga untuk dilaporkan oleh Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak.
  4. Lembar keempat untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran.

Baca juga: Cara Membuat Paspor Online Terbaru

Cara Mengisi SSP Pajak

Setelah mengetahui kegunaan dari keempat lembar ssp saatnya kita mulai mengisi formulirnya. Untuk penjelasan masing-masing kolomnya bisa dilihat dalam penjelasan di bawah ini.

  1. Kolom NPWP, Kolom ini diisi dengan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang dimiliki oleh masing-masing wajib pajak.
  2. Nama Wajib Pajak, Kolom ini diisi dengan nama lengkap wajib pajak sesuai dengan yang sudah terdaftar.
  3. Alamat Wajib Pajak, Kolom ini diisi dengan alamat wajib pajak sesuai dengan yang terdaftar di SKT (Surat Keterangan Terdaftar).
  4. NOP, Kolom ini diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak pada surat-surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari Pajak Bumi Terhutang.
  5. Alamat OP, Kolom ini diisi dengan alamat Objek Pajak berdasarkan SPPT.
  6. Kode Akun Pajak, Kolom ini diisi dengan angka dari kode akun pajak untuk jenis-jenis pajak yang ingin dibayarkan.
  7. Kode Jenis Setoran, Kolom ini diisi dengan angka untuk setiap pajak yang akan dibayarkan.
  8. Kolom Uraian Pembayaran, Kolom ini diisi sesuai dengan uraian yang terdapat dalam kolom “Jenis Setoran”.
  9. Masa Pajak, Kolom ini diisi dengan cara memberi tanda silang di salah satu kolom masa pajak untuk waktu yang akan dibayarkan.
  10. Tahun Pajak, Kolom ini diisi dengan tahun terutangnya pajak.
  11. Nomor Ketetapan, Kolom ini diisi dengan nomor ketetapan yang ada di dalam Surat Ketetapan Pajak yang bisa dilihat di STP (Surat Tagihan Pajak).
  12. Jumlah Pembayaran, Kolom ini diisi dengan nilai atau angka pajak yang dibayarkan dengan nilai rupiah.
  13. Terbilang, Kolom ini diisi dengan nilai pajak yang dibayarkan dengan tulisan huruf dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Setelah kolom formulir ssp pajak diisi dengan lengkap, jangan lupa dibawa saat melakukan pembayaran pajak. Karena ini merupakan salah satu aturan atau syarat saat membayar pajak.

Baca juga: Cara Daftar Haji Terbaru Sangat Mudah dan Cepat

Demikianlah artikel tentang SSP Pajak yang bisa diuraikan dalam tulisan kali ini. Meskipun sangat sederhana, ternyata masih banyak orang yang belum tahu tentang penggunaan SSP Pajak ini.

Dengan adanya artikel ini semoga bisa mencerahkan semuanya tentang SSP Pajak. Semoga kedepannya Rumahdroid bisa memberikan informasi yang lebih mendalam lagi tentang pengurusan pajak yang terbaru.

Leave a Comment